Manajemen Properti: Pengertian dan Strategi Manajemen Properti (Lengkap!)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dalam sektor real estate, tentunya akan ditemukan banyak istilah unik mulai dari broker, investasi, hingga manajemen properti. Namun, masih banyak yang belum tahu pemahaman dari kata tersebut. Jika tertarik untuk terjun di bisnis ini, tentu harus paham lebih dahulu berbagai istilahnya.

Manajemen bidang properti menjadi salah satu jasa yang banyak dicari oleh para pegiat bisnis real estate. Lalu, apa arti dan fungsi dari profesi tersebut? Untuk lebih jelasnya, berikut dijelaskan secara tuntas pengertian dan strategi seputar manajemen properti dalam artikel ini. Baca sampai tuntas.

Pengertian dari Manajemen Properti

Jika belum tahu arti dari istilah tersebut, manajemen properti adalah sebuah pekerjaan yang kompetitif karena melibatkan begitu banyak proses di antaranya control, akuisisi, pemeliharaan dan berbagai langkah proses lainnya.

Manajemen dalam properti ini juga sering kali diartikan dengan sebuah tugas yang dijalankan oleh segelintir orang atau kelompok dan organisasi tertentu dengan sebuah tujuan yaitu pengelolaan properti dan harta kekayaan terbatas lainnya yang dimiliki oleh seseorang atau suatu perusahaan.

Tentunya, semua untuk mencapai suatu tujuan bersama yang sudah ditentukan sejak awal. Dalam manajemen ini, dimuat juga berbagai fasilitas berupa sebuah gedung perusahaan. Agar aset dan fasilitas perusahaan tetap terjaga, maka dibutuhkan sebuah pengelola.

Baca Juga  Flipper Properti: Pengertian, Tips dan Strategi Sukses!

Oleh karena itu, dicarilah jasa manajemen atau sistem manajemen fasilitas. Sistem ini sendiri berfungsi untuk mempermudah pemantauan gedung dalam penggunaan biaya mulai dari pembelian hingga pemakaian. Selain itu, untuk mengontrol depresiasi dan kontrak perawatan bangunan.

Cara untuk Menjadi Manajer Properti

Banyak orang yang tertarik pastinya akan bertanya bagaimana cara manajemen properti yang benar. Berikut beberapa cara mudah yang dapat menjadi acuan untuk menjadi seorang manajer properti:

1. Perluas Wawasan Seputar Manajemen Bidang Properti

Ini adalah hal dasar yang wajib dimiliki seorang manajer properti. Jika tidak memiliki gelar sarjana dalam bidang manajemen, cobalah untuk mengambil berbagai kursus atau kelas tentang akuntansi, manajemen, hukum dan keuangan, hingga administrasi bisnis.

2. Miliki Sertifikasi Manajemen Bidang Properti Agar Terlihat Profesional

Agar lebih terpercaya dan profesional, pastikan juga telah memiliki sertifikasi yang menjadi bentuk kredibilitas. Ada berbagai lembaga yang menyediakan ujian untuk sertifikasi manajer properti. 

Melalui lembaga ini juga akan belajar banyak hal, mulai dari keterampilan manajemen bisnis, properti dan menjadi akuntan yang baik.

3. Bergabung dengan Komunitas Manajer Properti

Cobalah untuk bergabung dengan komunitas manajer properti di kota. Hal ini bertujuan untuk menambah ilmu dan wawasan dan bisa menjadi wadah berdiskusi berbagai masalah yang dihadapi.

Selain itu, tentunya komunitas bisa dijadikan tempat untuk menjalin hubungan atau membangun relasi dengan berbagai manajer properti maupun agen penjual properti lainnya yang pastinya akan berguna untuk masa depan bisnis.

4. Kirim Resume ke Real Estate di Kota Tempat Bekerja

Setelah siap dengan ilmu dan dibekali sertifikasi manajer properti, cobalah untuk mencari dan menghubungi berbagai real estate di kota domisili atau tempat kerja. Namun, carilah real estate yang terpercaya dan memiliki reputasi baik sehingga akan baik untuk karir ke depannya.

Kemudian, apply atau kirimkan resume. Buatlah resume dan penawaran diri sebaik dan semenarik mungkin sehingga dapat diterima untuk ikut berkontribusi sebagai manajer properti.

Baca Juga  Omzet Turun Tapi Duit Jadi Banyak. Omzet Turun, Tapi Kas Perusahaan Naik, Kok Bisa?

Strategi Sukses dalam Manajemen Properti

Setelah membaca cara untuk menjadi manajer properti, kini selanjutnya juga perlu tahu bagaimana strategi manajemen properti yang baik dan sukses. Berikut kiat-kiat yang dapat diikuti:

1. Cobalah untuk Mengenal Calon Pembeli atau Penyewa Sebaik Mungkin

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah untuk mengenal calon pembeli atau penyewa properti. Dengan ini, tidak perlu lagi menghabiskan waktu dengan berbagai pertanyaan tidak berkualitas. Carilah calon yang memang telah memenuhi semua syarat yang dibutuhkan untuk menghuni properti.

Cobalah untuk mencari tahu sambil berbincang santai tentang informasi calon pembeli secara detail, mulai dari pekerjaan, latar belakang, pendidikan hingga pendapatannya. Anda pun dapat menilai kualitas dari setiap prospek atau calon pembeli.

2. Kembangkan Kualitas Sebagai Agen Manajemen

Pastinya ini adalah hal krusial yang wajib dilakukan demi keberlangsungan karir menjadi seorang manajer properti yang baik hingga ke depannya. Cobalah untuk terus mengembangkan kualitas sebagai agen properti. 

Semakin pahami pula berbagai masalah yang sering ditemui dan temukan solusi terbaik dengan cepat. Ada berbagai pelatihan atau training yang dapat diikuti, terutama untuk para member manajemen bidang properti yang baru direkrut. 

Namun, perlu diperhatikan bahwa ini akan memakan biaya dan waktu yang cukup banyak. Oleh karena itu, persiapkan segalanya dengan baik dan matang. Bisa juga memakai sistem manajemen kompetensi, di mana sistem ini akan mempermudah evaluasi dengan kompetensi. 

Kemudian, untuk pengidentifikasian pelatihan yang cocok untuk skill yang dimiliki dan memudahkan diperolehnya informasi yang lengkap.

3. Manfaatkan Sistem Otomatis untuk Manajemen Bidang Properti

Untuk membuat manajemen semakin efisien dan efektif, cobalah untuk memaksimalkan dengan cara membuatnya secara otomatis. Bisa juga beralih menggunakan berbagai Software Property Management yang tersedia. Jangan gunakan lagi kertas atau spreadsheet manual yang repot dan tidak praktis.

Baca Juga  6 Bisnis Online Terbaik Sepanjang Masa di Dunia

Property Management Software ini sendiri berfungsi untuk memberikan akses yang mudah dan cepat untuk mendapatkan informasi seputar bisnis properti yang dimiliki. Sistem ini dapat menyimpan semua dokumen dalam bentuk salinan.

Mulai dari dokumen pengelolaan anggaran dan biaya, dokumen kontrak penyewa, dokumen penyediaan properti, pengelolaan pembayaran dan sebagainya. Selain menghemat waktu dan energi, biaya yang digunakan pun lebih sedikit.

4. Lakukan Peningkatan Kenyamanan dan juga Keamanan pada Properti 

Keamanan dan kenyamanan menjadi faktor yang paling penting dan vital. Penghuni umumnya mencari rumah tinggal atau properti yang memberikan rasa aman dan nyaman sehingga mereka pun betah menempatinya. Oleh karena itu, tingkatkanlah terus poin yang satu ini.

Bisa juga secara rutin melakukan pengecekan secara menyeluruh ke berbagai ruangan hingga perabotan di dalam rumah. Cobalah tanyakan kepada penghuni untuk turut mengisi survei tentang kepuasan sehingga bisa tahu sampai mana tingkat kepuasan setiap pembeli.

Jika masih kurang, cobalah untuk terus meningkatkan kenyamanan dan keamanan, seperti menambahkan CCTV pengawas yang berfungsi untuk memonitor atau memantau pengunjung di kawasan properti yang ditawarkan.

Gunakan aplikasi resepsionis, di mana sistem ini akan melacak siapa saja pengunjung yang datang. Caranya yaitu dengan mengintegrasikan pengunjung dengan RFID atau barcode.

5. Kembangkan Situs Properti dengan Maksimal

Coba untuk memaksimalkan situs properti dengan tampilan yang menarik dan informatif sehingga banyak calon pembeli yang mengetahui bisnis. Situs web juga menjadi acuan apakah manajemen bidang properti bisa dipercaya atau tidak.

Untuk menjadi seorang manajer properti yang sukses memang dibutuhkan pengetahuan dan strategi yang matang agar banyak calon pembeli yang tertarik. Selain informasi di atas, masih banyak artikel lain seputar investasi properti di pipohargiyanto.com yang menarik untuk dibaca.

Share artikel ini apabila bermanfaat
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan Buku Bisnis Waralaba Indomaret!

Anda bisa dapatkan di: