Belajar Keuangan Dari Dunia Ember

Di dunia per-ember-an, terdapat keluarga ember ajaib. Setiap ember mempunyai 4 ruangan, ruangan paling atas yang disebut ruang pendapatan, ruang di bawah pendapatan disebut ruang biaya. Di bawah ruang biaya, sebelah kiri adalah ruang asset dan sebelah kanan adalah ruang kewajiban. 

Ruangan pendapatan adalah tempat air masuk ke ember, sementara ruang biaya adalah 4 dinding-dinding  ember bocor, sehingga air keluar sebelum bisa masuk ke ruang aset dan ruang kewajiban. 

Ruang aset sendiri merupakan ruang tempat air berkembang biak dan akan menghasilkan air yang lebih banyak lagi yang akan masuk kembali ke ember melalui ruang pendapatan. 

Sementara ruang kewajiban adalah kebalikan dari ruang aset. Ruang kewajiban memiliki pompa di dasar ruang itu, sehingga berapapun uang yang masuk ke ruang kewajiban, maka akan tersedot keluar di dasar ruang kewajiban. Dan juga akan menyedot air-air lain yang ada di dalam ember. Hiiii… ngeri pokoknya ruang kewajiban ini. 

Baca Juga  Cara Mengatur Keuangan yang Terencana dengan Baik dan Optimal

Tugas kita adalah: 

  1. Membuat air yang masuk ke ember sebanyak-banyaknya.
  2. Membuat air yang masuk ke ember tidak tergantung oleh diri kita, tapi bisa dilakukan secara  otomatis.
  3. Menyimpan air di dalam ember sebanyak-banyaknya (jangan khawatir. Ini ember ajaib, bisa melar dan mengkeret sesuai isi air). Supaya kalau ada kebutuhan mendadak, kita selalu memiliki air di ember.
  4. Mengatur pengeluaran air sesuai kebutuhan kita. 

Untuk bisa membuat air masuk ke ember sebanyak-banyaknya ada 2 cara, yaitu menambah secara manual dengan gayung atau cara yg lebih otomatis dengan berusaha memasukan air sebanyak-banyaknya ke ruang aset dan meningkatkan tingkat perkembang biakan air, supaya air dari ruang asset yang masuk ke ruang pendapatan semakin banyak dan semakin otomatis. Hmmm… seperti peternakan air ya? 

Baca Juga  Lembaga Keuangan Non Bank Adalah : Pengertian & Jenisnya!

Tapi karena ada kebocoran, maka agar efisien, kita juga harus mengatur air yang keluar supaya ember bisa menampung banyak air di dalamnya (jaga-jaga untuk musim kemarau). Caranya adalah dengan mengurangi air yang bocor dari dinding ruang biaya,  terutama mencegahnya agar tidak masuk ke ruang kewajiban. Karena sekali lagi, perlu diingat, air yang masuk ke ruang kewajiban, tidak hanya akan keluar sendiri, tapi akan mengajak dan menyedot teman-teman air dari ruangan lain untuk keluar dari dasar lubang ruang kewajiban. 

BACA JUGA: Cara Mengatur Cashflow

 

Mudah-mudahan teman-teman dapat memahami aturan main dunia per-ember-an ini. Besok saya akan sharing cerita tentang kelas sosialita di dunia ember ini. 

Baca Juga  Distribusi Kekayaan, yang Terjadi Bila Seluruh Kekayaan Dikumpulkan dan Dibagi

Dikenal 4 kelas social: 

  1. Ember yang tertutup, belum ada air masuk, dan belum ada air keluar. 
  2. Ember bocor samping. 
  3. Ember bocor dasar.
  4. Ember penarik air dari mana-mana. 

 

Kapan-kapan lagi ya saya cerita. Semoga sharing saya hari ini dapat bermanfaat.

 

Salam passive income property,

 

PIPO Hargiyanto

Share artikel ini apabila bermanfaat

Ingin dapat update terbaru dari saya? Masukan email Anda, saya akan update informasi terbaru ke email Anda secara berkala

Dapatkan Buku Properti Ko. Mo. Do.!

Anda bisa dapatkan di: