Dasar-dasar Investasi yang Wajib Dipahami Pemula

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Hari ini saya akan sharing dasar-dasar investasi berdasarkan pengalaman saya investasi properti dari yang awalnya hanya modal nol rupiah di tahun 2008, hingga kini sudah mendapat passive income rutin setiap bulan dengan nominal yang cukup besar (gak enak ngomongnya, pokoknya cukup banyak deh, saya bersyukur sekali).

Sharingtentang dasar-dasar investasi ini saya tulis dengan tujuan untuk membagikan pengalaman investasi saya dan apa yang saya pikirkan, supaya teman-teman tidak terjeblos ke investasi yang berbahaya dan penipuan (saya benci ketika mendengar ada penipuan investasi, bahkan ada yang korbannya sampai trilyunan di Indonesia… aseeemmm). Pengalaman merupakan sesuatu yang mahal sekali dan terlalu mahal untuk saya simpan sendiri. Mudah-mudahan sharing saya tentang dasar-dasar investasi ini bisa bermanfaat untuk kita semua. 

Banyak teman, kenalan, dan orang-orang bertanya ke saya,

“kenapa saya suka investasi di Minimarket Franchise yang profitnya kecil?” 

Berkali – kali pula saya menjelaskan bahwa profit besar bukan kriteria investasi saya. Kriteria investasi saya adalah: 

  1. Patuh hukum 
  2. Bermanfaat bagi masyarakat 
  3. Aman 
  4. Mudah untuk ditangani 
  5. Awet 
  6. Bisa dikembangkan terus 
  7. Bank mau membiayai 
  8. Profit di atas bunga pinjaman 

Dari kriteria di atas, terlihat profit besar tidak ada di 8 kriteria tersebut. Kriteria tentang profit (bukan profit besar), ada di poin ke 8 dan bukan yang pertama, yang berarti bukan yang terpenting. Ada poin-poin lain yang lebih penting.  Ini adalah 8 poin dasar investasi:

Patuh hukum dan bermanfaat bagi masyarakat

Saya pikir sudah jelas, ini dasar sekali. Cari uang itu terlalu mudah, tidak perlu melanggar hukum. Dan memberi manfaat bagi masyarakat akan membuat investasi tersebut berkembang. 

Aman

Bagi saya, investasi yang terpenting induknya bisa balik. Bukan profit tinggi. Saya pilih investasi yang returnnya hanya 1,5% per bulan tapi aman, daripada 5% per bulan tapi beresiko cepat tutup (saya kan sedang berinvestasi, bukan sedang berjudi).

Baca Juga  Airy Tutup, Apa yang Harus Dilakukan?

Kenapa investasi yang terpenting induk bisa balik, bukan profit besar? karena jika kita tidak mendapat profit, kita bisa mencari profit di tempat lain, asal induknya balik (hanya rugi waktu). Kalau induknya sudah hilang, apanya yang mau diternakan. Kehilangan induknya, Anak (kalau ada) tidak bisa diternakan, harus dipelihara dulu sampai jadi induk (sampai nilainya besar lagi), butuh waktu dan resiko lagi. Jangan-jangan ketika anak investasi tersebut diinvestasikan supaya besar, bukan jadi besar dan jadi induk, tapi hilang lagi. Kriteria “AMAN” itu penting sekali 

BACA JUGA: Tips Menghindari Penipuan Investasi 

 

Investasi harus mudah ditangani

Saya berpendapat dan mempunyai pengalaman di bisnis, bahwa orang bekerja harus fokus. Saya pernah berbisnis 5 bidang sekaligus dan tidak sukses. Ketika 4 bisnis saya tutup, saya hanya konsentrasi ke 1 bidang (tahun 2006), akhirnya bisnis tersebut tumbuh dengan pesat. Pekerjaan atau bisnis adalah hal penting, sangat penting.  Keduanya bisa diandaikan sebagi suatu negara yang sedang berperang, ini masalah hidup dan mati. Sehingga kita harus memenangkan perang tersebut dengan fokus dan mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatan kita. Berperang di banyak titik sekaligus akan membuat pasukan terpecah-pecah dan mudah dikalahkan musuh. Maka, berperanglah di 1 titik dan menangkan. Jenderal yang sukses adalah jenderal yang memenangkan peperangan walaupun di 1 titik bukan jenderal yang perang di banyak titik, tapi kalah. Poinnya adalah menang, bukan perang di banyak titik. Kapan-kapan ya saya akan cerita tentang pengalaman saya bisnis dari 2003 sampai sekarang. Dari bangkrut sampai sekarang yang bayar pajaknya saja 1 M per tahun. Sekarang kembali ke laptop. Karena saya harus fokus di bisnis saya sehari – hari, saya ingin investasi saya (yang bukan bisnis dan pekerjaan saya), harus mudah ditangani, tidak menyita banyak waktu dan pikiran saya. Sekali lagi, mudah ditangani, bukan profit besar. 

Awet

Saya ingin investasi bersifat jangka panjang (bukan profitnya yang datangnya jangka panjang ya. Maksud saya awet, profitnya ada terus menerus). Karena saya ingin membangun pipa air yang terus mengalir, bukan membangun pipa air yang hanya dilewati 1x. 

Baca Juga  Contoh Surat Perjanjian Sewa Ruko & Cara Membuatnya!

Bisa dikembangkan terus

Karena profit dari investasi saya tidak terlalu besar, maka investasi saya harus bisa diulang-ulang, ditambah jumlahnya, dan dilipat gandakan. Supaya profit akhirnya jadi besar. 

Bank mau membiayai

Bank berisi orang-orang pandai yang jago membaca resiko. Saya bukan orang pandai. Jadi saya ikut di belakang bank. Kalau bank mau membiayai, berarti itu investasi yang bagus. Kalau bank tidak mau membiayai, biasanya investasi yang kurang bagus. Sederhana saja. Tidak semua yang bisa dibiayai-pun, saya mau invest. Saya masih akan memilih lagi sesuai kriteria-kriteria di atas. Bank yang sudah pintar dan berpengalaman ratusan tahun membaca resiko saja bisa kejeblos, apalagi kita. Jadi ikut bank, maka akan menurunkan resiko kita. Pengalaman adalah guru yang berharga. 

Profit lebih besar dari bunga pinjaman

Investasi harus bisa mengalahkan bunga pinjaman, sehingga kita bisa memakai pinjaman untuk memperbesar nilai investasi kita. Kalau kita mendapat pinjaman tanpa bunga, profit investasi harus tetap bisa mengalahkan bunga pinjaman. Ini sebagai standar apakah investasi tersebut bagus atau tidak. Karena pinjaman tanpa bunga, sifatnya terbatas. Pinjaman rata-rata memakai bunga. Ketika kita bisa menemukan investasi di atas bunga pinjaman (dan AMAN), maka sumber dana investasi kita tak terbatas. Dengan suku bunga pinjaman Indonesia sekarang 10 – 15% setahun. Investasi yang menghasilkan 18% setahun (1,5% per bulan) artinya sudah bagus. Tidak harus ekstrim sampai 3% per bulan (ingat! stabil, awet, dan aman), apalagi sampai 5% per bulan. Kalau kita bisa menemukan bisnis yang profit lebih dari 2% per bulan, continue, bisa dalam nilai uang besar (karena semakin besar nilai uang, ternyata semakin susah mencetak profit besar secara persentase, ini kata para ahli investasi sih), dan aman. Nah berarti kita sudah mengalahkan investor terhebat di bumi, Warren Buffet (sekitar 20 sekian persen per tahun). Saya bukan hendak mengatakan kita tidak bisa mengalahkan Warren Buffet (saya doakan kita semua bisa mengalahkan standar profit Warren Buffet), tapi saya ingin mengatakan, coba samai dulu sebelum mengalahkan. Jangan tergiur iming-iming profit tinggi yang membuat kita menjadi serakah dan mengabaikan prinsip-prinsip keamanan. Ingat dasar-dasar investasi poin ketiga di atas, AMAN. 

Baca Juga  Memiliki Passive Income Dengan Investasi Minimarket Waralaba 

Oiya, tambahan. Mas Warren Buffet profit 20% lebih per tahun itu dalam dollar amerika ya, jadi kalau kita profit 20% per tahun dalam rupiah, itu belum sama, harus dihitung devaluasi rupiah per tahun biar adil.

Jika bisa Profit 1% per tahun di atas bunga pinjaman saja, kalau terus-tesusan dan aman. Sebenarnya sudah bisa menghasilkan 9% per tahun di atas profit, seharusnya. Caranya adalah membagi uang kita menjadi DP untuk 10 project yang sama (masing-masing 10% DP, 90% pembiayaan). Sehingga masing-masing project menghasilkan 1% per tahun di atas bunga pinjaman. Di kali 9 project tambahan, menjadi ada tambahan 9% per tambahan. Dengan tetap mengikuti 7 kriteria dasar-dasar investasi sebelumnya. 

Contoh: 

Punya modal uang untuk investasi sebesar 1 Milyar. Punya investasi yang untung 13% per tahun.  Maka profit seharusnya 13% x 1 Milyar: 130 juta / tahun. 

Kalau pinjam bank bunga 12% setahun. 1 Milyar untuk 10 investasi, masing2 100 juta. 10 investasi @ 1 Milyar: total 10 Milyar, (uang sendiri 1M, pinjaman 9M), profit 13% per tahun. Profit 1,3 M / tahun. Bayar bunga 9M x 12% = 1,08 Milyar. Profit 1,3 M – 1,08 M = 220 juta. Bukan 130 juta lagi per tahun. Profit 22% per tahun (220juta / 1M), bukan 13% lagi (130juta / 1 M).

Pesan sponsor. Ini cuma hitung-gitungan ya. Untuk mulai investasi dengan memakai pinjaman, tolong belajar mendalam dulu tentang cara mengembalikan pinjaman. Meminjam uang itu gampang Pak/Bu, yang susah adalah melunasi hutang, kalau tidak tahu caranya (tidak menemukan kendaraan yang tepat). Tapi kalau ngotot mau belajar, bisa dimulai dari angka kecil dulu. 

 

PS: Pesan Sponsor lagi, kalau bisa, investasi ada propertinya. Kapan-kapan ya kita bahas mengenai properti ini. 

 

Semoga bermanfaat. 

Salam passive income property,

 

PIPO Hargiyanto

 

Share artikel ini apabila bermanfaat
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ingin dapat update terbaru dari saya? Masukan email Anda, saya akan update informasi terbaru ke email Anda secara berkala

Dapatkan Buku Bisnis Waralaba Indomaret!

Anda bisa dapatkan di: