Keputusan Investasi : Pengertian, Dasar, Proses dan Contohnya!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Investasi tidak bisa dilakukan secara gelagapan. Perlu adanya penentuan keputusan apa instrumen yang mau dipilih dan berapa dana akan dialokasikan. Ini yang disebut dengan keputusan investasi. Dengan begitu, investasi diharapkan memberikan return tinggi dalam jangka waktu tertentu.

Selain mementingkan keuntungan, risiko pun jadi bahan pertimbangan. Oleh karena itu keputusan harus dibuat sematang mungkin. Akan tetapi, apakah pernah mendengar pengertian, tujuan dan cara menentukan keputusan sebelum berinvestasi ini? Kalau belum, simak tuntas informasi berikut yuk!

Pengertian Keputusan Investasi

Untuk pengertian yang lebih jelas, keputusan ini pada dasarnya adalah kebijakan manajemen dalam memaksimalkan keuntungan investasi berdasarkan dana yang ada.

Dalam membentuk sebuah keputusan memerlukan proses pertimbangan dari berbagai aspek, salah satunya menganalisis beberapa instrumen dan mencari mana yang paling menguntungkan di masa mendatang.

Cara membuat keputusan ini pun tidak sebatas menganalisis keuntungan saja, melainkan juga mempertimbangkan segala kemungkinan risiko. Sebelum terlalu yakin mau menempatkan dana investasi, ada baiknya ketahui sifat-sifat investasi yang ada sebagai berikut:

1. Independent Project

Sifat ini membuat investor merasa pilihannya tepat memilih untuk berinvestasi di suatu entitas usaha. Ada beberapa hal yang mendasarinya. Bisa dikarenakan perusahaan sengaja dirancang sedemikian rupa berdasarkan penerapan proyek.

Alasan lainnya disebabkan oleh proyek investasi memang menawarkan fungsi yang berbeda-beda. Ini memungkinkan investor berpeluang meraup keuntungan besar.

 

2. Mutually Exclusive Project

Sifat yang dimiliki investor ini membuatnya lebih selektif dalam menentukan keputusan terbaik. Berbagai hal memengaruhi pembentukan keputusan, seperti apakah dana yang akan dialokasikan bisa membuka peluang untuk mendapat keuntungan besar.

Baca Juga  Manajemen Investasi : Pengertian dan Cara Kerjanya

Namun tidak dengan sifat sebelumnya, fungsi proyek investasi pada sifat ini sama antara satu investor dengan investor lain.

 

Dasar Keputusan Investasi

Pembentukan keputusan didasari oleh beberapa hal, di antaranya return, risiko, dan hubungan antara keduanya. Simak selengkapnya di bawah ini:

1. Tingkat Return 

Return adalah keuntungan yang didapatkan setelah melakukan investasi. Inilah yang diperhitungkan para investor sebelum mengalokasikan dana ke instrumen investasi.

Dalam manajemen investasi, return terbagi menjadi dua, yaitu return harapan dan return aktual. Return harapan adalah tingkat return yang dinanti-nanti oleh investor. 

Ini akan menjadi gambaran seberapa banyak return di kemudian hari. Sedangkan return aktual adalah tingkat return yang sudah diperoleh oleh investor.

 

2. Tingkat Risiko

Tujuan investor berinvestasi tentu supaya mendapatkan keuntungan. Dalam upaya mendapatkan return tinggi, sayangnya tidak terlepas dari risiko yang sama tinggi.

Apabila mengharapkan return tinggi, maka harus siap pula menghadapi risiko yang tinggi. Begitu hubungan antara keduanya ini. 

 

3. Hubungan Tingkat Risiko dan Tingkat Return

Seperti yang disebutkan sebelumnya, hubungan antara return dan risiko bisa dibilang saling sejalan. Akibatnya, semakin besar return harapan dari sebuah instrumen, maka risiko di baliknya pun semakin besar pula. Hal ini juga berlaku untuk sebaliknya.

 

Tujuan Keputusan Investasi

Dibentuknya keputusan sebelum mengalokasikan dana bukan tanpa alasan. Tujuannya tidak lain untuk mendapatkan keuntungan setinggi-tingginya dan dengan risiko paling minim. 

Sebetulnya, keputusan ini adalah kebijakan yang dilakukan oleh manajer keuangan. Mereka berperan dalam mengatur dana. Kemudian investor menjadikan keputusan ini sebagai acuan guna mendapatkan return yang diinginkan.

Pada kebanyakan contoh keputusan investasi, keputusan ini bertujuan untuk mengetahui risiko-risiko yang mungkin dihadapi dan bagaimana cara mengatasinya. Intinya, keputusan ini sangat penting untuk mencegah kerugian besar akibat persiapan yang kurang matang.

Baca Juga  Properti Adalah : Pengertian, Contoh dan Keuntungannya!

 

Proses Keputusan Investasi

Memahami alur pembuatan keputusan akan sangat membantu. Total ada lima tahapan yang akan dilalui. Perlu diketahui, proses ini berlangsung secara terus-menerus sampai hasil yang diinginkan ditemukan. Ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Tentukan Tujuan Investasi

Pertama-tama, buat tujuan investasi. Setiap investor memiliki tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, jika ada investor yang berminat untuk investasi dalam bentuk penyaluran kredit, bisa direkomendasikan masuk ke sektor perbankan.

Sedangkan jika lebih memilih berinvestasi secara keanggotaan, investor tersebut dapat diarahkan untuk memiliki lot saham.

Ada pula beberapa investor dengan tujuan tertentu yang lebih pas diarahkan menjadi anggota peer to peer lending pada suatu perusahaan financial technology. Mengetahui tujuan investasi akan memudakan manajer investasi dalam mengarahkan investor.

 

2. Rancang Kebijakan investasi

Setelah mengetahui tujuan yang diinginkan, tahapan selanjutnya yaitu membuat kebijakan investasi. Apabila melakukan diversifikasi, maka langkah ini dinilai cukup penting.

Pada tahap ini, investor bisa membagi dana untuk dialokasikan ke berbagai aset, misalnya saham, obligasi atau aset lainnya. Untuk mendapatkan keputusan terbaik, dibutuhkan kemampuan analisis dan manajemen dana yang bagus.

 

3. Pilih Strategi Investasi yang Sesuai

Investor biasanya dihadapkan oleh dua pilihan strategi, yaitu strategi pasif dan aktif. Pada strategi aktif, investor harus cepat, sigap dan agresif dalam mencari portofolio investasi yang sesuai.

Sebaliknya, strategi pasif membuat investor bertindak berdasarkan pertimbangan reaksi pasar secara umum. Dengan begitu, keputusan investasi yang dibuat pun dipengaruhi oleh kondisi pasar.

 

4. Pilih Jenis Aset Paling Menguntungkan

Aset investasi menawarkan tingkat return yang tidak sama antara satu dengan yang lain. Buat perencanaan matang dan bandingkan jenis-jenis aset yang memberikan return tertinggi. Namun, pikirkan lagi apakah kemungkinan risiko sepadan.

 

5. Evaluasi Performa Investasi

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa tahap kelima ini adalah tahap terakhir. Nyatanya, proses pembuatan keputusan tetap berlanjut sampai menemukan keputusan yang menghasilkan kinerja sesuai rencana.

Baca Juga  Contoh Bisnis Properti Menguntungkan Modal Kecil Cocok Bagi Pemula

Apabila hasilnya tidak sesuai, lakukan revisi ulang sampai menemukan keputusan terbaik. Melakukan revisi secara menyeluruh bisa menghindari investor dari kerugian yang jauh lebih besar.

Pengukuran Keputusan Investasi

Bagaimana sebuah keputusan bisa diukur? Untuk itu, bisa menggunakan beberapa variabel yang dinamakan dengan proksi set kesempatan investasi. Berikut penjelasan dari masing-masing variabel:

1. Proksi Berdasarkan Harga 

Proksi set ini pada dasarnya menyatakan bahwa perusahaan memiliki prospek pertumbuhan yang didasarkan oleh harga pasar. Adapun rasio yang digunakan oleh proksi set ini yaitu sebagai berikut:

  • Book to market value of assets.
  • Ratio of depreciation to firm value.
  • Earnings to price ratios.
  • Market to book value of equity.
  • Ratio of property, plant, and equipment to firm value.
  • Tobin’s q.

 

2. Proksi Berdasarkan Investasi 

Dalam hal ini, keputusan investasi adalah kesempatan yang diukur berdasarkan proksi set investasi. Kegiatan investasi dinilai besar ketika memiliki nilai yang positif. Untuk mengukurnya digunakan beberapa rasio, di antaranya:

  • R&D expense to assets, sales, or firm value.
  • Ratio of capital expenditures to firm value.

 

3. Proksi Berdasarkan Varian 

Proksi yang digunakan untuk pengukuran selanjutnya menggunakan varian sebagai indikator bahwa suatu keputusan lebih bernilai. Adapun proksi yang memiliki relevansi dengan ukuran tersebut, yaitu:

  • Variance of returns.
  • Asset betas.

 

4. Proksi Gabungan dari Proksi Individual

Terakhir adalah proksi gabungan dari proksi-proksi sebelumnya. Proksi ini digunakan untuk meminimalisasi kesalahan pengukuran jika menggunakan proksi individual. Hasilnya pun menjadi lebih akurat dan lebih sempurna. Untuk menggabungkan proksi individual diperlukan metode analisis faktor. 

Dapat disimpulkan betapa pentingnya membuat keputusan investasi berdasarkan pengukuran yang relevan dan akurat guna mendapatkan keuntungan dan risiko yang kecil. Apabila ingin belajar lebih dalam tentang manajemen investasi, silakan kunjungi http://www.pipohargiyanto.com.

Share artikel ini apabila bermanfaat
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ingin dapat update terbaru dari saya? Masukan email Anda, saya akan update informasi terbaru ke email Anda secara berkala

Dapatkan Buku Bisnis Waralaba Indomaret!

Anda bisa dapatkan di: